Site icon Tempo Siang

Babi Hutan Pejaten Lepas Lagi? Warga Resah, Ancaman Berulang

Babi Hutan Pejaten Lepas Lagi? Warga Resah, Ancaman Berulang

Sumber: Kompas.com

Keberadaan Pejaten Animal Shelter di Pejaten Barat, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, menimbulkan keresahan di tengah warga RT 02/RW 08. Bukan karena hewan-hewan yang ditampung, melainkan letaknya yang berdekatan dengan permukiman.

Kedekatan lokasi tersebut telah memicu sejumlah insiden. Dua babi hutan lepas dari penampungan pada bulan Juni 2025 saja, mengakibatkan kekhawatiran dan ketakutan warga.

Babi Hutan Lepas dan Kebohongan Publik

Gerbang utama Pejaten Animal Shelter memang terlihat berjarak dari rumah warga. Namun, bagian belakangnya berbatasan langsung dengan pemukiman, hanya dipisahkan tembok setinggi dua meter dan sebuah kali yang diberi kawat besi.

Insiden pertama lepasnya babi hutan terjadi pada 14 Juni 2025. Pihak shelter berjanji memindahkan hewan tersebut ke Bandung, namun sehari setelah kunjungan Pemkot Jakarta Selatan, babi hutan kembali lepas pada 25 Juni 2025.

Ketua RT 02/RW 08, Nurdiansyah (34), menilai pernyataan pihak shelter sebagai pembohongan publik. Ia menyoroti janji pemindahan yang tak ditepati.

Nurdiansyah menduga, babi hutan sengaja dipelihara untuk mengolah limbah kotoran anjing di shelter. Shelter disebut menampung 500-1000 ekor anjing.

Hewan Lain yang Pernah Lepas dan Gangguan Warga

Bukan hanya babi hutan, sejumlah hewan lain juga pernah lepas dari Pejaten Animal Shelter. Anjing dan monyet pernah berkeliaran di sekitar permukiman.

Walaupun warga berupaya menjaga agar hewan-hewan yang lepas tidak terluka, kejadian serupa berulang. Hal ini meningkatkan kekhawatiran akan potensi bahaya dan gangguan lebih lanjut.

Suara gonggongan anjing dari shelter sangat mengganggu ketenangan warga, terutama di malam hari. Bau tak sedap dari kotoran hewan juga menjadi masalah.

Bau kotoran semakin parah saat musim hujan. Limbah kotoran mengalir ke permukiman warga, mencemari lingkungan dan mengganggu kenyamanan. Bahkan, saat wawancara, bau kotoran masih tercium.

Tuntutan Penutupan Pejaten Animal Shelter

Warga RT 02/RW 08 kini menuntut penutupan Pejaten Animal Shelter. Tuntutan ini bukan hal baru, sejak 2010-2014 warga telah menolak keberadaan shelter tersebut.

Pihak shelter pernah berjanji akan pindah ke Bogor, namun janji itu tak kunjung terealisasi hingga 2019. Pertemuan terakhir antara warga dan pengurus shelter berlangsung pada April 2025, tanpa menghasilkan solusi yang memuaskan.

Pihak shelter mengaku berupaya mengatasi masalah bau, tetapi tidak dapat memberikan jaminan waktu penyelesaian. Ketidakpastian ini semakin memperkuat tuntutan warga untuk penutupan shelter.

Kejadian berulang hewan lepas, gangguan suara bising, hingga bau tak sedap dari limbah kotoran hewan telah menimbulkan keresahan yang mendalam di masyarakat sekitar. Tuntutan penutupan Pejaten Animal Shelter menjadi suara representatif dari keresahan warga yang telah berlangsung bertahun-tahun. Pemerintah diharapkan dapat segera mengambil tindakan untuk menyelesaikan permasalahan ini.

Exit mobile version